Investasi

Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif

ESG Update – Preferensi investor global kini menunjukkan pergeseran ke arah skrining positif berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama di tengah kondisi pasar saham yang tidak menentu. Temuan ini diungkap dalam studi berjudul “Positive versus negative ESG portfolio screening and investors’ preference” yang dipublikasikan di European Journal of Finance.

Studi tersebut menegaskan bahwa investor semakin memilih strategi yang mengutamakan perusahaan dengan kinerja ESG terbaik, dibandingkan sekadar mengecualikan sektor-sektor tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Perbedaan Skrining Negatif dan Skrining Positif

Skrining negatif merupakan pendekatan yang mengecualikan sektor seperti tembakau, alkohol, dan perjudian dari portofolio investasi. Namun, strategi ini dinilai dapat mempersempit pilihan investasi dan berpotensi menurunkan kinerja portofolio.

Sebaliknya, skrining positif menyeleksi perusahaan yang memiliki praktik ESG unggul, sehingga membuka peluang investasi yang lebih luas dan beragam. Pendekatan ini juga memungkinkan investor tetap mendapatkan eksposur ke berbagai sektor, selama perusahaan di dalamnya memiliki tata kelola dan praktik keberlanjutan yang baik.

ESG Tinggi Dinilai Lebih Tahan Saat Pasar Bergejolak

Dilansir dari Kompas.com, Profesor keuangan College of Business Florida Atlantic University, Anna Agapova, menyebutkan bahwa perusahaan dengan skor ESG tinggi cenderung memiliki risiko penurunan yang lebih rendah saat pasar mengalami tekanan.

Menurutnya, meskipun strategi ESG membutuhkan analisis yang lebih kompleks, perusahaan dengan praktik keberlanjutan yang baik umumnya memiliki sistem manajemen risiko yang lebih matang, sehingga lebih mampu menghadapi guncangan ekonomi dan krisis keuangan.

Dengan demikian, ketika pasar saham melemah, harga saham perusahaan ber-ESG tinggi disebut tidak turun sedalam perusahaan dengan praktik tata kelola yang lebih lemah.

Diversifikasi Lebih Baik, Risiko Lebih Terkendali

Studi tersebut juga menemukan bahwa skrining positif memberikan manfaat dari sisi diversifikasi portofolio. Karena tidak terlalu banyak sektor yang dikecualikan, manajer investasi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memilih aset, baik saham maupun obligasi.

Diversifikasi yang lebih luas ini membantu menurunkan volatilitas portofolio serta meningkatkan imbal hasil yang telah disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted return). Selain itu, perusahaan dengan kinerja ESG yang kuat biasanya memiliki paparan risiko yang lebih rendah terhadap kejadian seperti bencana alam, gangguan operasional, maupun konflik sosial.

Implikasi bagi Manajer Investasi dan Produk Keuangan

Studi ini menyimpulkan bahwa baik investor ritel maupun institusi kini menunjukkan preferensi yang lebih besar terhadap strategi skrining positif. Oleh karena itu, manajer investasi perlu menyesuaikan strategi dan produk yang ditawarkan agar selaras dengan kebutuhan pasar.

Ke depan, produk investasi berbasis ESG dengan pendekatan positif diperkirakan akan semakin diminati, seiring meningkatnya kesadaran investor terhadap pentingnya keberlanjutan sekaligus kebutuhan akan stabilitas kinerja portofolio dalam jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like