ESG Update, TOKYO, 16 April 2026 — AESC menjalin kemitraan strategis dengan NEXTES untuk memasok sel penyimpanan energi sebesar 1,5 GWh. Kesepakatan yang diumumkan dalam ajang SMART ENERGY WEEK ini menjadi pesanan tunggal terbesar di pasar Jepang untuk tahun 2026.
Dalam kerja sama berdurasi tiga tahun tersebut, AESC akan menyediakan sel untuk sistem penyimpanan energi (BESS) yang akan digunakan pada jaringan listrik di Jepang serta sejumlah pasar internasional.
Pasar penyimpanan energi di Jepang dikenal memiliki standar yang ketat, mulai dari sertifikasi Japanese Industrial Standards (JIS), kesesuaian dengan karakteristik jaringan listrik domestik, hingga jaminan performa jangka panjang. NEXTES memilih AESC sebagai mitra karena keunggulan teknologinya, termasuk kemampuan memproduksi sel berkapasitas besar dengan transisi teknologi dari 300+ Ah ke 500+ Ah hingga 700+ Ah.
Selain itu, AESC juga memiliki sertifikasi global yang lengkap seperti IEC dan UL. Perusahaan tersebut mencatatkan rekam jejak tanpa insiden kritis dalam pengiriman lebih dari 100 GWh sel penyimpanan energi secara global.
Seiring ekspansi proyek NEXTES ke luar Jepang, jaringan produksi global AESC di Asia, Eropa, dan Amerika Utara menjadi faktor pendukung utama. AESC saat ini mengoperasikan 14 fasilitas produksi di berbagai negara, termasuk Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Di Jepang sendiri, fasilitas riset dan produksi di Yokohama berperan penting dalam mendukung rantai pasok dan kebutuhan teknis proyek.
Kemitraan ini hadir di tengah pertumbuhan pesat pasar penyimpanan energi skala jaringan di Jepang, yang didorong oleh peningkatan penggunaan energi terbarukan serta reformasi pasar listrik. Dengan kolaborasi ini, AESC dan NEXTES berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui solusi penyimpanan energi yang mengutamakan keamanan, kualitas, dan daya tahan jangka panjang.
Dalam keterangan resminya, pihak perusahaan menyatakan, “Kemitraan ini menempatkan AESC dan NEXTES dalam posisi strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar penyimpanan energi, sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.”
AESC sendiri merupakan perusahaan global yang fokus pada pengembangan baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Berdiri sejak 2007 dan berbasis di Yokohama, perusahaan ini telah mengirimkan lebih dari 100 GWh sel untuk lebih dari 400 proyek di lebih dari 20 negara.
Sementara itu, NEXTES—yang sebelumnya dikenal sebagai NExT-e Solutions—mengembangkan teknologi pengendalian baterai lithium-ion dan solusi penyimpanan energi terintegrasi. Perusahaan ini juga aktif dalam pengembangan penggunaan kembali baterai (battery reuse) sebagai bagian dari upaya mendorong keberlanjutan energi.