Bisnis Ekonomi Hijau

Pergeseran Paradigma: Ketahanan Energi Kini Berarti Ketahanan Bisnis

JAKARTA, 5 Juni 2026 – Narasi mengenai Environmental, Social, and Governance (ESG) di kalangan dunia usaha telah jauh berevolusi. Kini, ketahanan energi sebuah perusahaan dipandang sejajar dengan ketahanan dan kelangsungan operasional bisnisnya secara keseluruhan.

“Perusahaan yang masih 100 persen mengandalkan pasokan listrik fosil akan terus dihantui risiko volatilitas harga komoditas dunia. Transisi ke energi terbarukan kini menjadi sabuk pengaman ekonomi korporasi,” jelas seorang pakar ekonomi hijau terkemuka dalam simposium keberlanjutan di Jakarta, Jumat (5/6).

Para pengusaha yang menunda adopsi energi bersih kini menghadapi kesulitan ganda. Tidak hanya dijauhi oleh konsumen modern yang melek lingkungan, mereka juga mulai dipersulit oleh institusi perbankan yang makin ketat memangkas plafon kredit untuk industri beremisi tinggi.

Dalam jangka panjang, adaptasi proaktif terhadap standar ESG mutlak dipandang sebagai investasi kunci. Mengamankan pasokan energi bersih terbukti jauh lebih krusial untuk menjaga daya saing di tengah ancaman pengenaan pajak karbon global yang kian di depan mata.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like