JAKARTA, 21 Juni 2026 – Lanskap persaingan industri barang konsumsi (FMCG) di Indonesia telah berubah total. Konsumen modern dari Generasi Z kini secara lantang menolak produk-produk harian yang diketahui merusak bumi dan mengeksploitasi pekerja.
“Konsumen hari ini membeli nilai-nilai etis dari sebuah merek, bukan sekadar kualitas sabun atau sampo. Karena itu, keberlanjutan adalah jantung dari strategi masa depan kami,” ungkap pimpinan eksekutif PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kepada pers, Minggu (21/6).
Sebagai bentuk komitmen, Unilever secara revolusioner merombak total rantai pasok minyak kelapa sawitnya. Perseroan menjamin bahwa 100 persen bahan baku pertaniannya diperoleh eksklusif dari perkebunan bersertifikat yang terbukti bebas deforestasi.
Tidak berhenti di urusan bahan baku, inovasi pada penanganan limbah plastik pasca-konsumsi juga digencarkan. Dengan memperluas jaringan stasiun isi ulang (refill station) dan memangkas berat kemasan, Unilever Indonesia berambisi mempertahankan posisinya sebagai raja FMCG yang paling dicintai sekaligus paling ramah lingkungan.