ESG Update – Anugerah Avirama Nawasena 2026 yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung menegaskan pentingnya praktik nyata Environmental, Social, and Governance (ESG) di berbagai sektor. Acara ini berlangsung di Kampus Ganesa pada Rabu (11/2/2026).
Melalui kegiatan ini, SBM ITB mendorong praktik keberlanjutan yang nyata. Ajang ini juga mengapresiasi individu dan organisasi yang menjalankan inovasi serta kepemimpinan berkelanjutan.
Anugerah Avirama Nawasena 2026 Tekankan Praktik ESG Nyata
Ketua penyelenggara Anugerah Avirama Nawasena 2026, Melia Famiola, menjelaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Proses penilaian dilakukan melalui pemantauan panjang sepanjang 2025.
Tim UN Principles for Responsible Management Education di SBM ITB menelusuri praktik keberlanjutan dari sekitar 76 industri dan tokoh lintas sektor. Mereka mengkaji inovasi produk, transformasi model bisnis, hingga implementasi ESG.
Menurut Melia, penghargaan diberikan kepada pihak yang benar-benar menjalankan prinsip keberlanjutan. Konsistensi dan keberanian dalam mengambil keputusan menjadi faktor utama penilaian.
Ia berharap para penerima penghargaan dapat menjadi teladan. Mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan belajar dari praktik yang mereka jalankan.
Kolaborasi Akademik dan Mitra Strategis
Penyelenggaraan Anugerah Avirama Nawasena 2026 juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan ini terintegrasi dengan proses pembelajaran di kampus.
SBM ITB bekerja sama dengan berbagai mitra strategis. Beberapa di antaranya adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Social Investment Indonesia, Emil Salim Institute, serta komunitas ESG Indonesia.
Kolaborasi ini memperkuat ekosistem keberlanjutan di lingkungan akademik maupun industri.
ITB Dorong Kolaborasi “1 ITB”
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, A. Rikrik Kusmara, menekankan pentingnya kerja sama lintas disiplin.
Ia menjelaskan konsep “1 ITB” yang menggabungkan sains, teknologi, bisnis, dan seni. Pendekatan ini bertujuan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, penghargaan seperti Anugerah Avirama Nawasena 2026 perlu menjadi tradisi di ITB. Penghargaan ini mengapresiasi tokoh dan organisasi yang berani menjalankan praktik keberlanjutan.
Ia juga menambahkan bahwa ITB terus memperluas kemitraan strategis. Kampus membuka ruang kolaborasi bagi alumni dan berbagai pemangku kepentingan.
Daftar Penerima Anugerah Avirama Nawasena 2026
Puncak acara Anugerah Avirama Nawasena 2026 ditandai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan individu.
Kelompok Korporasi
- PT Pertamina (Persero) — Inovasi Produk untuk Keberlanjutan
- PT Nindya Karya — Inovasi Model Bisnis dan Rantai Pasok Berkelanjutan
- Bank Mandiri — Inovasi Keuangan Berkelanjutan
- PT Astra International Tbk — Inovasi Perubahan Sosial
Kelompok Small Business
- Parongpong RAW Lab — Inovasi Produk Berkelanjutan
- Arkadia Works — Inovasi Layanan Berkelanjutan
- Evermos — Inovasi Model Bisnis dan Rantai Pasok Berkelanjutan
- IBEKA — Inovasi Perubahan Sosial
Kategori Individu dan Social Impact SBM ITB
- Melia Laniwati Gunawan — Inovator ITB untuk Keberlanjutan
- Akhmad Zainal Abidin — Inovator ITB untuk Keberlanjutan
- Zagy Berian — Alumni Muda ITB untuk Keberlanjutan
- PT PLN Indonesia Power Saguling — Partner Societal Impact SBM ITB
Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Fokus
Melalui Anugerah Avirama Nawasena 2026, SBM ITB ingin menegaskan bahwa keberlanjutan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kepemimpinan berkelanjutan membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kolaborasi lintas sektor.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat praktik ESG di Indonesia. Dengan demikian, berbagai sektor dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.