GENEVA, 18 Februari 2026 — International Organization for Standardization (ISO) resmi meluncurkan ISO 14092:2026 Climate Change Adaptation, standar internasional baru yang dirancang untuk membantu pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi menyusun serta mengimplementasikan strategi adaptasi perubahan iklim secara sistematis dan transparan.
Peluncuran standar ini menegaskan urgensi peningkatan adaptasi iklim di tengah risiko fisik yang terus meningkat, mulai dari banjir, gelombang panas, kekeringan, hingga abrasi pesisir. ISO menilai banyak wilayah telah memiliki strategi adaptasi, namun implementasi masih belum merata dan sering kekurangan dukungan pembiayaan.
Dalam pernyataan resminya, ISO menyebut komitmen pemerintah global di COP30 memperkuat kebutuhan akan perencanaan iklim yang tangguh dan terstruktur. Standar ini memberikan kerangka kerja praktis bagi pemimpin lokal untuk menerjemahkan ambisi menjadi aksi nyata.
ISO 14092 Fokus pada Implementasi Adaptasi Iklim
ISO 14092 menempatkan perencanaan adaptasi di tingkat lokal sebagai prioritas. Standar ini mengakui bahwa dampak perubahan iklim berbeda di setiap wilayah dan secara langsung memengaruhi keselamatan masyarakat, infrastruktur, ekosistem, serta layanan publik.
Standar tersebut memuat tahapan perencanaan yang jelas, mulai dari pembentukan tata kelola, penyusunan tim fasilitasi, penilaian kerentanan, prioritisasi risiko, hingga pelaksanaan langkah adaptasi.
ISO juga mendorong organisasi untuk melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan rencana adaptasi tetap relevan terhadap dinamika risiko iklim yang terus berkembang.
Integrasi Tata Kelola dan Pembiayaan Iklim
ISO 14092 terintegrasi dengan standar iklim lain yang telah diterbitkan sebelumnya. ISO 14091 menyediakan pedoman untuk penilaian risiko dan kerentanan iklim sebagai fondasi analitis. Sementara itu, ISO 14093 mengatur mekanisme penyaluran pembiayaan iklim berbasis kinerja kepada otoritas subnasional.
Kombinasi ketiga standar ini membentuk jalur tata kelola hingga pembiayaan (governance-to-finance pipeline) yang memperkuat akuntabilitas penggunaan dana adaptasi sekaligus memastikan hasil yang terukur.
Risiko Iklim Global Meningkat
Tekanan terhadap sistem ekonomi dan sosial global terus meningkat akibat kenaikan muka air laut, suhu ekstrem, dan kelangkaan air. Sejumlah kajian ilmiah menunjukkan dampak pemanasan global akibat emisi masa lalu akan berlangsung selama berabad-abad.
ISO menekankan bahwa respons adaptasi harus menyesuaikan kondisi geografis, prioritas komunitas, serta kapasitas institusional masing-masing wilayah. Perencanaan berbasis lokal menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan jangka panjang.
Implikasi bagi Investor dan Pembuat Kebijakan
Bagi investor dan perusahaan asuransi, ISO 14092 menyediakan kerangka standar untuk mengevaluasi risiko fisik iklim di tingkat kota dan wilayah. Transparansi yang lebih baik dalam perencanaan adaptasi membantu pasar menilai eksposur risiko dan kualitas investasi ketahanan.
Bagi pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan, standar ini membuka peluang optimalisasi aliran dana adaptasi dengan mekanisme yang lebih akuntabel dan terukur.
Dengan meningkatnya risiko iklim global, adaptasi kini menjadi kebutuhan strategis. ISO 14092 menempatkan perencanaan ketahanan lokal sebagai komponen inti tata kelola iklim global, sekaligus menjembatani penilaian risiko, pembiayaan, dan implementasi dalam satu kerangka kerja terpadu.