Toyota Motor Europe membangun pabrik sirkular baru di Walbrzych, Polandia. Perusahaan memperluas kapasitas daur ulang kendaraan akhir masa pakai (End-of-Life Vehicles/ELV) sekaligus memperkuat strategi ekonomi sirkular di Eropa.
Toyota menargetkan pabrik ini memproses hampir 20.000 kendaraan per tahun. Tim operasional akan membongkar kendaraan dan memulihkan komponen penting seperti baterai dan roda. Mereka juga mengekstraksi material bernilai, termasuk tembaga, baja, aluminium, dan plastik. Toyota kemudian menggunakan kembali material tersebut dalam produksi mobil baru.
Langkah ini menandai pabrik sirkular kedua Toyota di Eropa. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan fasilitas serupa di Inggris dengan kapasitas awal sekitar 10.000 mobil per tahun. Melalui ekspansi ini, Toyota mempercepat transisi menuju model produksi yang lebih berkelanjutan.
Toyota menjalankan strategi ekonomi sirkular berbasis prinsip reduce, reuse, dan recycle. Strategi ini membantu perusahaan menekan penggunaan bahan baku intensif karbon dan mengurangi emisi dari rantai pasok. Toyota juga menargetkan netralitas karbon untuk seluruh operasional bisnisnya di Eropa pada 2040. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi Toyota Motor Corporation.
Leon van der Merwe, Vice President Circular Economy Toyota Motor Europe, menyebut Polandia memiliki potensi pasar ELV yang kuat. Negara ini juga memiliki ekosistem daur ulang yang berkembang serta infrastruktur manufaktur Toyota yang matang. Karena itu, perusahaan memilih Polandia sebagai lokasi investasi baru.
Ke depan, Toyota berencana memperluas model pabrik sirkular ke negara Eropa lainnya. Perusahaan ingin mempercepat transformasi industri otomotif menuju ekonomi rendah karbon dan sistem produksi yang lebih efisien sumber daya.