ESG Update – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, hadir sebagai pembicara dalam ESG Forum Jakarta pada Selasa (3/2). Dalam forum ini, ia menyoroti pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten.
Eddy menilai aspek governance atau tata kelola masih menjadi tantangan besar dalam penerapan ESG di Indonesia. Tanpa tata kelola yang kuat, kebijakan lingkungan dan program sosial sulit berjalan efektif.
Forum ESG di Jakarta ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Eddy Soeparno di ESG Forum Jakarta Tekankan Tata Kelola
Dalam ESG Forum Jakarta, Eddy menegaskan bahwa tata kelola menjadi fondasi utama penerapan ESG. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memperkuat kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum. Tanpa sanksi yang tegas, pelanggaran lingkungan akan terus terjadi.
Menurut Eddy, krisis iklim sudah menunjukkan dampak nyata. Curah hujan meningkat di banyak daerah. Risiko banjir juga semakin tinggi. Di sisi lain, kekeringan dan kebakaran hutan masih menjadi ancaman serius.
Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan lingkungan. Penegakan hukum juga harus berjalan konsisten.
Legislasi Baru untuk Krisis Iklim
Eddy Soeparno juga mendorong pembentukan regulasi baru terkait krisis iklim. Saat ini Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur pengelolaan iklim secara komprehensif.
Regulasi tersebut penting untuk mendukung program penurunan emisi karbon. Aturan ini juga dapat mempercepat transisi energi nasional.
Kebijakan ini dapat mencakup sektor industri, transportasi, energi, dan pertanian. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan revisi UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.
Pembahasan regulasi tersebut akan dilakukan di DPR bersama berbagai pemangku kepentingan.
Transisi Energi dan ESG Harus Berjalan Bersama
Dalam forum tersebut, Eddy menegaskan bahwa transisi energi, aksi iklim, dan ESG harus berjalan secara terpadu. Semua pihak perlu berkolaborasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat memiliki peran penting dalam proses ini. Kolaborasi yang kuat akan mempercepat transformasi ekonomi hijau.
Eddy berharap penerapan ESG dapat meningkatkan kualitas pembangunan nasional. Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi. Negara juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.