Ekonomi Hijau

Festival Inovasi ESG GoZero Telkom 2026 Dorong Solusi Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Festival Inovasi ESG GoZero Telkom 2026

ESG Update, Surabaya – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan Telkom dari berbagai wilayah operasional di Indonesia.

Festival ini dirancang untuk mendorong lahirnya solusi kreatif dan aplikatif dalam pengelolaan limbah operasional perusahaan. Melalui kompetisi tersebut, para peserta menghadirkan ide yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kompetisi Inovasi dari Berbagai Regional Telkom

Sebelum memasuki tahap nasional, Festival Inovasi ESG GoZero Telkom 2026 terlebih dahulu diselenggarakan di berbagai regional Telkom. Kompetisi ini berlangsung di wilayah Telkom Regional I hingga V yang meliputi Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta.

Dari setiap regional, ide terbaik kemudian dipilih untuk maju ke tahap nasional dalam GoZero% Grand Champion Innovation Festival. Pada tahap ini, inovasi yang dinilai memiliki dampak terbesar serta peluang implementasi luas di lingkungan TelkomGroup dipilih sebagai pemenang.

Program ini sekaligus menjadi wadah bagi karyawan untuk mengembangkan inovasi berbasis prinsip ESG. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan Telkom melalui pilar Save Our Planet dan Empower Our People.

Telkom Gelar Festival Inovasi ESG GoZero 2026, Dorong Solusi Pengelolaan Limbah

Tantangan Pengelolaan Limbah Operasional

Dalam operasional perusahaan telekomunikasi, pengelolaan limbah menjadi isu yang semakin mendapat perhatian. Limbah seperti kabel, perangkat elektronik, hingga sampah kantor kerap menumpuk tanpa pengelolaan optimal.

Padahal, berbagai jenis limbah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk baru yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Direktur Digital Collaboration for Sustainability Telkom, Runik Machfiroh, menilai festival inovasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan aksi nyata terkait isu keberlanjutan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman karyawan mengenai isu ESG, tetapi juga mendorong tindakan nyata dalam pengelolaan lingkungan.

Lima Finalis Tampilkan Inovasi Berbasis ESG

Selama dua hari penyelenggaraan festival, para finalis mempresentasikan inovasi yang telah mereka kembangkan di hadapan dewan juri.

Sebanyak lima tim tampil dalam tahap final, yaitu:

  • MyCarbon dari Telkom Regional I
  • Ecoquest dari Telkom Regional II
  • Forec dari Telkom Regional III
  • Restylecle Transforming Uniforms Sustainability dari Telkom Regional IV
  • Clean Ocean IoT (CLEOO) dari Telkom Regional V

Penilaian terhadap setiap inovasi dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, seperti relevansi terhadap prinsip ESG, potensi implementasi, dampak yang dihasilkan, keberlanjutan program, serta tingkat kebaruan inovasi.

Dari seluruh peserta, inovasi Forec dari Telkom Regional III berhasil meraih posisi juara.

Inovasi ini menghadirkan solusi pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi limbah operasional perusahaan sekaligus membuka peluang penciptaan nilai ekonomi baru.

Eco Deep Dive di PLTSA Benowo

Pada hari kedua, para peserta mengikuti kegiatan GoZero% Eco Deep Dive yang dilaksanakan di PLTSA Benowo, Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai praktik pengelolaan limbah modern, khususnya konsep Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Fasilitas PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik merupakan salah satu instalasi pengolahan sampah terbesar di Indonesia.

Setiap hari, fasilitas ini mampu mengolah sekitar 1.600 ton sampah, atau hampir 70 persen dari total timbulan sampah Kota Surabaya.

Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo menggunakan dua teknologi utama, yaitu Landfill Gas Power Plant dengan kapasitas sekitar 1,65–2 megawatt dan Gasification Power Plant dengan kapasitas sekitar 9 megawatt.

Secara keseluruhan, kedua sistem tersebut mampu menghasilkan listrik hingga 11 megawatt, yang setara dengan kebutuhan listrik sekitar 11.000 rumah tangga.

Energi listrik tersebut kemudian disalurkan ke jaringan nasional yang dikelola oleh PLN.

Komitmen Telkom terhadap Inovasi Berkelanjutan

VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa kegiatan Eco Deep Dive menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan bagi para peserta.

Melalui program tersebut, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali di masing-masing regional Telkom.

Melalui penyelenggaraan GoZero% Grand Champion Innovation Festival, Telkom menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Perusahaan tidak hanya menempatkan isu lingkungan sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan solusi inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like